Persamaan dan Perbedaan Manajemen Keuangan dan Manajemen Keuangan Internasional
Persamaan :
1. Membahas keputusan investasi, keputusan pendanaan dan kebijaksanaan deviden serta bertujuan memaksimalkan nilai perusahaan dengan memaksimalkan harga saham perusahaan.
Perbedaan :
1. MK untuk perusahaan domestik walaupun punya banyak anak perusahaan tetapi masih dalam satu negara (satu mata uang) sehingga tidak terjadi masalah resiko perubahan nilai tukar (foreign exchange rate), perpajakan dan akuntansi khususnya pembuatan laporan keuangan rekonsiliasi.
MK Internasional :
1. membahas tentang lingkungan manajemen keuangan internasional, faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar dan neraca pembayaran serta implikasinya pada suatu negara
2. Pasar valuta asing (foreign exchange market) dan bagaimana pasar valas ini berfungsi dalam perekonomian dunia.
3. Mengukur dan manajemen ekposur mata uang asing,
4. Analisis investasi langsung,
5. Manajemen operasi multinasional
6. Perbankan internsional
Aliran barang dan Jasa Internasional
Aliran barang dan jasa internasional dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Produk nasional = konsumsi + tabungan
2. Pengeluaran nasional = konsumsi + investasi
3. Pendapatan nasional – pengeluaran nasional = tabungan – investasi
4. Pendapatan nasional > pengeluaran nasional = Surplus capital – investasi ke luar negeri, lahir perusahaan global atau multinational corporation (MNC) yang kemudian melahirkan “kolonialisme modern”
5. Tabungan = investasi domestic + investasi asing. Negara-negara kapitalis pada umumnya memiliki tabungan, sedangkan Negara-negara sedang berkembang pada umumnya tidak memiliki tabungan, hal itu dapat dibuktikan investasi dalam negeri pelakunya adalah modal asing.
Pasar Valuta Asing (Valas)
Pasar valuta asing ialah jual beli valuta asing yang pada umumnya dilakukan melalui informasi elektronik computer, terdapat di semua negara, berfluktuasi setiap jam pada setiap hari kerja. Pasar tersebut pada umumnya digunakan untuk spekulasi atau “judi” kaum kapitalis. Fungsi pasar valas adalah:
(1) transfer daya beli,
(2) penyediaan kredit: L/C dan banker’s acceptance,
(3) minimisasi risiko: hedging (pengamanan), forward.
Para partisipan dalam pasar valas adalah:
1) bank dan non-bank yang bertindak sebagai dealer,
(2) individu dan perusahaan yang melakukan transaksi perdagangan dan investasi,
(3) spekulan dan arbiter,
(4) bank sentral,
(5) pialang valas.
Tipe-tipe transaksi yang dilakukan dalam pasar valas adalah:
(1) transaksi spot: nilai tukar saat transaksi terjadi,
(2) transaksi forward: valas diserahkan masa y.a.d.
(3) transaksi swap: terjadi di pasar antar bank yaitu pembelian dan penjualan valas secara bersamaan, beli dan jual pada tanggal yang berbeda, mak adisebut spot against forward type.
Dalam pasar valas harus dibedakan antara kurs, kuotasi, pasar sport, pasar forward, pasar future, dan pasar opsi. Kurs ialah nilai tukar valas, harga mata uang yang dinyatakan dalam mata uang lain. Kuotasi ialah kesediaan untuk membeli atau menjual valas pada tingkat harga yang belraku. Jenis kuotasi ialah:
1. Kuotasi langsung dan tidak langsung.
2. Cara eropa dan amerika
3. Kuotasi beli dan jual (bid and offer quotations)
4. Menyatakan kuotasi forward dengan basis poin
5. Kuotasi forward dalam presentase
6. Kurs silang
Paritas Daya Beli (Purchasing Power Parity)
Paritas daya beli lazim disebut hokum satu harga yaitu:
(1) law of one price, menjelaskan hubungan antara nilai tukar dan harga komoditas,
(2) komoditas yang sama akan memiliki harga yang sama pula walaupun dijual di tempat yang berbeda, (3) contoh: harga gula di Indonesia Rp. 5.000 kg, di AS US$ 0.5, maka paritas daya beli = Rp. 5.000.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar