Rabu, 18 Desember 2013

Pemerintah Dukung Pembatasan Transaksi Tunai

Jakarta, 17/12/2013 MoF (Fiscal) News – Pemerintah menyambut baik usulan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait pembatasan transaksi tunai dalam sistem keuangan negara. “Intinya kita akan support, tetapi jangan sampai transaksi keuangan jadi terganggu juga karena ada yang sifatnya dibayar tunai seperti di (Kementerian) Pertanian dan Kehutanan,” ujar Menteri Keuangan M. Chatib Basri di Jakarta, Jumat (13/12).
Ia menambahkan, semangat rencana pembatasan transaksi tunai ini dimaksudkan agar transaksi keuangan lebih aman dan pencucian uang pun dapat dicegah. Terkait aturan pelaksanaannya, akan dibahas lebih lanjut dengan Bank Indonesia. “Nanti akan diatur beberapa hal,” terangnya.
Namun demikian, menurut Menkeu, implementasi pembatasan transaksi tunai ini tidak mudah, mengingat jumlah masyarakat yang memiliki akses ke perbankan masih cukup rendah. “Karena kan 85 persen masyarakat masih unbank dan yang sudah melek perbankan masih 15 persenan. Tapi ini akan tetap kita dukung,” pungkasnya.(ans)
 
sumber : www.menkeu.go.id

Selasa, 17 Desember 2013

Bank Dunia: RI Tutup Tahun 2013 dengan Penyesuaian Ekonomi Signifikan

Jakarta, 16/12/2013 MoF (Fiscal) News - The World Bank (Bank Dunia) menilai, Indonesia akan menutup kuartal akhir tahun 2013 dengan penyesuaian ekonomi dan penyesuaian kebijakan makro yang signifikan. Demikian tercantum dalam Laporan Perkembangan triwulanan perekonomian Indonesia oleh Bank Dunia yang diluncurkan pada Senin (16/12).
"Indonesia telah  tahun penuh tantangan dengan jatuhnya permintaan ekspor dan harga komoditas, selain pasar modal yang bergejolak dan sulitnya memperoleh dana eksternal. Namun, kebijakan moneter telah mendukung penyesuaian ekonomi," demikian dikatakan Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo Chaves.
Dalam laporan terbaru tersebut, selama kuartal keempat tahun ini hingga 13 Desember 2013, Bank Dunia juga mencatat depresiasi rupiah sebesar 4 persen (25 persen selama tahun berjalan), BI Rate meningkat sebesar 25 basis points (175 basis points selama tahun berjalan) dan data baru yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi melambat menjadi 5,6 persen (yoy) pada kuartal ketiga.
Oleh karena itu, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2014 akan mengalami perlambatan, dengan peluang pertumbuhan sebesar 5,3 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2013 yang mencapai 5,6 persen. "Bank Dunia memprediksi pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia turun dari level 5,6 persen di 2013 menjadi 5,3 persen di 2014," jelasnya.(ak)
 
sumber : www.kemenkeu.go.id

Senin, 16 Desember 2013

BI Rate Ditahan di Level 7,5 Persen

Jakarta, 13/12/2013 MoF (Fiscal) News - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 7,5 persen pada Bulan Desember 2013. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi A. Johansyah pada Kamis (12/12) di Jakarta.
Difi menjelaskan, lending facility rate juga dipertahankan berada di level 7,5 persen, sementara fasilitas simpanan Bank Indonesia (FasBI) rate di posisi 5,75 persen. Menurut DIfi, dipertahankannya BI Rate pada Bulan Desember 2013 ini sejalan dengan upaya pengendalian inflasi sebesar 4,5 persen ±1 persen pada 2014. "Hal ini (dipertahankannya BI rate) dilakukan untuk membuat inflasi terarah di sasaran 4,5 persen plus minus 1 persen di tahun 2014," jelas Difi.
Bauran kebijakan BI, lanjutnya, masih difokuskan untuk pengendalian inflasi serta memastikan berlangsungnya penyesuaian defisit transaksi berjalan pada tingkat yang sustainable. "Dipertahankannya BI Rate juga sejalan dengan pengendalian defisit transaksi berjalan agar turun ke tingkat yang lebih sehat dan berkesinambungan," imbuhnya.
BI optimistis, penguatan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial serta langkah-langkah koordinasi yang solid dengan pemerintah akan mampu mencapai sasaran inflasi dan mendorong tercapainya keseimbangan eksternal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.(ak)

sumber : www.kemenkeu.go.id

Minggu, 15 Desember 2013

menetakan kebijakan moneter pada bank sentral

Sebagai otoritas moneter, Bank Indonesia menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Arah kebijakan didasarkan pada sasaran laju inflasi yang ingin dicapai dengan memperhatikan berbagai sasaran ekonomi makro lainnya, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Implementasi kebijakan moneter dilakukan dengan menetapkan suku bunga (BI Rate).
Perkembangan indikator tersebut dikendalikan melalui piranti moneter tidak langsung, yaitu menggunakan operasi pasar terbuka, penentuan tingkat diskonto, dan penetapan cadangan wajib minimum bagi perbankan.
Pendekatan pegendalian moneter secara tidak langsung ini telah dilakukan sejak 1983 dengan mekanisme operasional yang disesuaikan dengan dinamika perkembangan pasar uang di dalam negeri.

:: 
Operasi Pasar Terbuka
Operasi Pasar Terbuka (OPT) dilaksanakan untuk mempengaruhi likuiditas rupiah di pasar uang, yang pada gilirannya akan mempengaruhi tingkat suku bunga. OPT dilakukan melalui dua cara, yaitu melalui penjualan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Intervensi Rupiah.
Penjualan SBI dilakukan melalui lelang sehingga tingkat diskonto yang terjadi benar-benar mencerminkan kondisi likuiditas pasar uang. Sedangkan kegiatan intervensi rupiah dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menyesuaikan kondisi pasar uang, baik likuiditas maupun tingkat suku bunga.
:: Penetapan Cadangan Wajib Minimum
Kebijakan ini mewajibkan setiap bank mencadangkan sejumlah aktiva lancar yang besarnya adalah persentasi tertentu dari kewajiban segeranya. Saat ini, kebijakan ini tertuang dalam ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 5% dari dana pihak ketiga yang diterima bank, yang wajib dipelihara dalam rekening bank yang bersangkutan di Bank Indonesia.
Apabila Bank Indonesia memandang perlu untuk mengetatkan kebijakan moneter maka cadangan wajib tersebut dapat ditingkatkan, dan demikian pula sebaliknya. 
:: Peran sebagai Lender of The Last Resort
Bank Indonesia juga berfungsi sebagai lender of the last resort. Dalam melaksanakan fungsi ini, Bank Indonesia dapat memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah kepada bank yang mengalami kesulitan likuiditas jangka pendek yang disebabkan oleh terjadinya mismatch dalam pengelolaan dana. Pinjaman tersebut berjangka waktu maksimal 90 hari, dan bank penerima pinjaman wajib menyediakan agunan yang berkualitas tinggi serta mudah dicairkan dengan nilai sekurang-kurangnya sama dengan jumlah pinjaman.
:: Kebijakan Nilai Tukar
Nilai tukar yang lazim disebut kurs, mempunyai peran penting dalam rangka tercapainya stabilitas moneter dan dalam mendukung kegiatan ekonomi. Nilai tukar yang stabil diperlukan untuk terciptanya iklim yang kondusif bagi peningkatan kegiatan dunia usaha.
Secara garis besar, sejak tahun 1970, Indonesia telah menerapkan tiga sistem nilai tukar, yaitu sistem nilai tukar tetap mulai tahun 1970 sampai tahun 1978, sistem nilai tukar mengambang terkendali sejak tahun 1978, dan sistem nilai tukar mengambang bebas (free floating exchange rate system) sejak 14 Agustus 1997.
Dengan diberlakukannya sistem yang terakhir ini, nilai tukar rupiah sepenuhnya ditentukan oleh pasar sehingga kurs yang berlaku adalah benar-benar pencerminan keseimbangan antara kekuatan penawaran dan permintaan.
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia pada waktu-waktu tertentu melakukan sterilisasi di pasar valuta asing, khususnya pada saat terjadi gejolak kurs yang berlebihan.
:: Pengelolaan Cadangan Devisa
Cadangan devisa merupakan posisi bersih aktiva luar negeri Pemerintah dan bank-bank devisa, yang harus dipelihara untuk keperluan transaksi internasional.
Dalam mengelola cadangan devisa ini, Bank Indonesia lebih mengutamakan tercapainya tujuan likuiditas dan keamanan daripada keuntungan yang tinggi. Walaupun demikian, Bank Indonesia tetap mempertimbangkan perkembangan yang terjadi di pasar internasional, sehingga tidak tertutup kemungkinan terjadinya pergeseran dalam portfolio komposisi jenis penempatan cadangan devisa.
Dalam mengelola cadangan devisa yang optimal, Bank Indonesia menerapkan sistem diversifikasi, baik berdasarkan jenis valuta asing maupun berdasarkan jenis investasi surat berharga. Dengan cara tersebut diharapkan penurunan nilai dalam salah satu mata uang dapat dikompensasi oleh jenis mata uang lainnya atau penempatan lain yang mempunyai nilai yang lebih baik.
:: Kredit Program
Dengan status Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang independen, pemberian kredit program yang selama ini dilakukan selanjutnya berada di luar lingkup tugas Bank Indonesia.
Tugas pemberian kredit program akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk Pemerintah. Pengalihan tugas ini dimaksudkan agar Bank Indonesia dapat lebih memfokuskan perhatian pada pencapaian sasaran-sasaran moneter serta agar dapat tercipta pembagian tugas yang baik antara Pemerintah dan Bank Indonesia.

Sabtu, 14 Desember 2013

analisis pengambilan keputusan dalam berinvestasi

ada prinsipnya analisa teknikal merupakan metode analisa instrumen investasi yang menggunakan data-data historis mengenai perubahan harga saham maupun instrumen lainnya, volume dan beberapa indikator pasar yang lain untuk melahirkan rekomendasi keputusan investasi. 



Apabila analisa fundamental lebih banyak menggunakan indikator-indikator perusahaan untuk melakukan analisa harga saham sebuah perusahaan, sebaliknya analisa teknikal saham maupun instrumen lainnya lebih banyak menggunakan data-data pasar. Berhubung data-data pasar tersaji dalam bentuk grafik (charts), maka para analis teknikal lebih sering menggeluti grafik-grafik semacam itu daripada laporan keuangan emiten. Itu sebabnya para penganut aliran ini sering mendapat julukan sebagai chartist. Dengan menggunakan data-data mengenai harga, pasokan serta permintaan di masa lalu, analisa teknikal saham bertujuanmemprediksi bagaimana permintaan dan pasokan di masa mendatang, sertamenganalisa harga saham yang mungkin akan terbentuk karenanya. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasikan suatu tren atau pola yang berulang dari pergerakan harga saham dan kemudian dieksploitasi untuk mendapatkan kentungan. Para analis teknikal juga percaya bahwa proses perubahan harga saham yang disebabkan oleh adanya suatu informasi yang baru di pasar akan cenderung mengikuti suatu tren tertentu. Dengan menyimpulkan hal-hal tersebut, analisa teknikal dipakai untuk mendasari keputusan kapan harus mengambil untung (profit taking)mengurangi kerugian (cut loss), mulai melakukan akumulasi saham atau mulai menahan posisi (wait & see)

Analisa fundamental dan analisa teknikal, mana yang lebih baik? Tingkat kesalahan analisa teknikal relatif lebih tinggi daripada analisa fundamental. Tapi, apabila Anda disiplin dan menggunakan tool yang tepat, analisa teknikal saham bisa sama-sama kuat dengan analisa fundamental saham. Pada prinsipnya adalah buy low sell highbeli murah jual mahal. Analisa harga saham dan volume perdagangan adalah sarana utama

dari analisa teknikal saham dan grafik adalah sarana untuk menampilkan data tersebut. Data volume perdagangan akan digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai kondisi pasar dan akan membantu untuk memperkirakan tren harga selanjutnya. Perubahan harga saham baik kenaikan atau penurunan biasanya akan berkorelasi dengan kenaikan atau penurunan volume perdagangan. Penurunan harga dari satu pola tertentu yang diikuti oleh volume penjualan yang sangat tinggi, umumnya akan diterjemahkan bahwa pasar (saham) akan mengalami bearish (harganya menurun). 

Jumat, 13 Desember 2013

latihan kuis

Latihan Kuis SAP
1.       Tahap – tahap compensation management
-          Job pricing
-          Budgeting
-          Compensation development
-          Long term incentive
2.       Tahap – tahap learning
-          Business event preparation
-          Business event catalog
-          Day to day activities
-          Recurring activities
3.       Tahap – tahap personnel development
-          Person
-          Position administrator
-          Profile matchup
-          Course
-          Performance management
-          Position department manager
4.       Tahap – tahap Recruitment
-          Vacancy
-          Advertisement
-          Applicant
-          Profile matchup

-          Hired as an employee

Kamis, 12 Desember 2013

latihan sap

Test Your Knowledge
1.      If only time data that differs from the work schedule is recorded for an employee, this is positive time management false
2.      The TMV is an interface for the time administrator for maintaining time data and processing evaluation messages True
3.      Overlapping time data records are called overtime false
4.      The abbreviation CATS is derived from Computer Aided Time Star false

Test Your Knowledge
1.        List the main steps the payroll process run release payroll, start payroll, run payroll, check results, corrections, and exit payroll make up the steps the payroll process
2.      What does release payroll do to the master data records? The employee records become locked for past or current processing
3.      The payroll log provides you with a permanent record of  an individuals payroll processing false
4.      If employee sel-service is implemented, employees may be responsible for creation and maintenance of the following payroll related information all of the above

Test Your Knowledge
1.       A company’s workface requirements can be depicted using vacancies true
2.      The solution E-recruiting enables you to recruit English-speaking employees false

Test Your Knowledge
1.      Qulaificated and requirements originated from the qualifications catalog true
Test Your Knowledge
1.      The dynamics menus inTraining and Event Management allow you to branch directly from the objects in the business event hierarchy to the individual functions true
2.      Blended Learning refers to all-round learning. SAP Offers the SAP Tutor and the SAP Learning Solution, for example true
3.      Careers and development plans are synoyms false
4.      The performances management supports all phases of a continuous performance feedback process true

Test Your Knowledge
1.      Compensation management is for planning purposes only. That is, it does not have any effect on the payment of employees false
2.      Some of the steps included in job pricing include Set Up,Import survey Data, Job Matching Composite results, Create Mass Composite Results and salary structure adjustment set up, import survey data, job matching, composite results, create mass composite results and, salary strucuture adjustment
3.      Infotype 1005-Planned Compensation populates infotype 0008-Basic pay with defaults values  1005- Planned Compensation, 0008-Basic Pay
4.      The Planned Compensation Infotype 1005 can default value based on Pay Grade, Pay Scale, or Direct  Pay Grade, Pay Scale, Direct
5.      Steps in the budget process include budget maintenance, check and release and budget reassignment
6.      Which functions are inherent to mySAP ERC HCM Compensation Adminitration? All of the above

The Your Knowledge

1.      The main emphasis of the new Personnel Cost Planning is to improve the data base for planning. That is provide suitable tools for generating and deriving payment information true