Rabu, 18 Desember 2013

Pemerintah Dukung Pembatasan Transaksi Tunai

Jakarta, 17/12/2013 MoF (Fiscal) News – Pemerintah menyambut baik usulan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait pembatasan transaksi tunai dalam sistem keuangan negara. “Intinya kita akan support, tetapi jangan sampai transaksi keuangan jadi terganggu juga karena ada yang sifatnya dibayar tunai seperti di (Kementerian) Pertanian dan Kehutanan,” ujar Menteri Keuangan M. Chatib Basri di Jakarta, Jumat (13/12).
Ia menambahkan, semangat rencana pembatasan transaksi tunai ini dimaksudkan agar transaksi keuangan lebih aman dan pencucian uang pun dapat dicegah. Terkait aturan pelaksanaannya, akan dibahas lebih lanjut dengan Bank Indonesia. “Nanti akan diatur beberapa hal,” terangnya.
Namun demikian, menurut Menkeu, implementasi pembatasan transaksi tunai ini tidak mudah, mengingat jumlah masyarakat yang memiliki akses ke perbankan masih cukup rendah. “Karena kan 85 persen masyarakat masih unbank dan yang sudah melek perbankan masih 15 persenan. Tapi ini akan tetap kita dukung,” pungkasnya.(ans)
 
sumber : www.menkeu.go.id

Selasa, 17 Desember 2013

Bank Dunia: RI Tutup Tahun 2013 dengan Penyesuaian Ekonomi Signifikan

Jakarta, 16/12/2013 MoF (Fiscal) News - The World Bank (Bank Dunia) menilai, Indonesia akan menutup kuartal akhir tahun 2013 dengan penyesuaian ekonomi dan penyesuaian kebijakan makro yang signifikan. Demikian tercantum dalam Laporan Perkembangan triwulanan perekonomian Indonesia oleh Bank Dunia yang diluncurkan pada Senin (16/12).
"Indonesia telah  tahun penuh tantangan dengan jatuhnya permintaan ekspor dan harga komoditas, selain pasar modal yang bergejolak dan sulitnya memperoleh dana eksternal. Namun, kebijakan moneter telah mendukung penyesuaian ekonomi," demikian dikatakan Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo Chaves.
Dalam laporan terbaru tersebut, selama kuartal keempat tahun ini hingga 13 Desember 2013, Bank Dunia juga mencatat depresiasi rupiah sebesar 4 persen (25 persen selama tahun berjalan), BI Rate meningkat sebesar 25 basis points (175 basis points selama tahun berjalan) dan data baru yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi melambat menjadi 5,6 persen (yoy) pada kuartal ketiga.
Oleh karena itu, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2014 akan mengalami perlambatan, dengan peluang pertumbuhan sebesar 5,3 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2013 yang mencapai 5,6 persen. "Bank Dunia memprediksi pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia turun dari level 5,6 persen di 2013 menjadi 5,3 persen di 2014," jelasnya.(ak)
 
sumber : www.kemenkeu.go.id

Senin, 16 Desember 2013

BI Rate Ditahan di Level 7,5 Persen

Jakarta, 13/12/2013 MoF (Fiscal) News - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 7,5 persen pada Bulan Desember 2013. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi A. Johansyah pada Kamis (12/12) di Jakarta.
Difi menjelaskan, lending facility rate juga dipertahankan berada di level 7,5 persen, sementara fasilitas simpanan Bank Indonesia (FasBI) rate di posisi 5,75 persen. Menurut DIfi, dipertahankannya BI Rate pada Bulan Desember 2013 ini sejalan dengan upaya pengendalian inflasi sebesar 4,5 persen ±1 persen pada 2014. "Hal ini (dipertahankannya BI rate) dilakukan untuk membuat inflasi terarah di sasaran 4,5 persen plus minus 1 persen di tahun 2014," jelas Difi.
Bauran kebijakan BI, lanjutnya, masih difokuskan untuk pengendalian inflasi serta memastikan berlangsungnya penyesuaian defisit transaksi berjalan pada tingkat yang sustainable. "Dipertahankannya BI Rate juga sejalan dengan pengendalian defisit transaksi berjalan agar turun ke tingkat yang lebih sehat dan berkesinambungan," imbuhnya.
BI optimistis, penguatan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial serta langkah-langkah koordinasi yang solid dengan pemerintah akan mampu mencapai sasaran inflasi dan mendorong tercapainya keseimbangan eksternal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.(ak)

sumber : www.kemenkeu.go.id

Minggu, 15 Desember 2013

menetakan kebijakan moneter pada bank sentral

Sebagai otoritas moneter, Bank Indonesia menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Arah kebijakan didasarkan pada sasaran laju inflasi yang ingin dicapai dengan memperhatikan berbagai sasaran ekonomi makro lainnya, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Implementasi kebijakan moneter dilakukan dengan menetapkan suku bunga (BI Rate).
Perkembangan indikator tersebut dikendalikan melalui piranti moneter tidak langsung, yaitu menggunakan operasi pasar terbuka, penentuan tingkat diskonto, dan penetapan cadangan wajib minimum bagi perbankan.
Pendekatan pegendalian moneter secara tidak langsung ini telah dilakukan sejak 1983 dengan mekanisme operasional yang disesuaikan dengan dinamika perkembangan pasar uang di dalam negeri.

:: 
Operasi Pasar Terbuka
Operasi Pasar Terbuka (OPT) dilaksanakan untuk mempengaruhi likuiditas rupiah di pasar uang, yang pada gilirannya akan mempengaruhi tingkat suku bunga. OPT dilakukan melalui dua cara, yaitu melalui penjualan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Intervensi Rupiah.
Penjualan SBI dilakukan melalui lelang sehingga tingkat diskonto yang terjadi benar-benar mencerminkan kondisi likuiditas pasar uang. Sedangkan kegiatan intervensi rupiah dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menyesuaikan kondisi pasar uang, baik likuiditas maupun tingkat suku bunga.
:: Penetapan Cadangan Wajib Minimum
Kebijakan ini mewajibkan setiap bank mencadangkan sejumlah aktiva lancar yang besarnya adalah persentasi tertentu dari kewajiban segeranya. Saat ini, kebijakan ini tertuang dalam ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 5% dari dana pihak ketiga yang diterima bank, yang wajib dipelihara dalam rekening bank yang bersangkutan di Bank Indonesia.
Apabila Bank Indonesia memandang perlu untuk mengetatkan kebijakan moneter maka cadangan wajib tersebut dapat ditingkatkan, dan demikian pula sebaliknya. 
:: Peran sebagai Lender of The Last Resort
Bank Indonesia juga berfungsi sebagai lender of the last resort. Dalam melaksanakan fungsi ini, Bank Indonesia dapat memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah kepada bank yang mengalami kesulitan likuiditas jangka pendek yang disebabkan oleh terjadinya mismatch dalam pengelolaan dana. Pinjaman tersebut berjangka waktu maksimal 90 hari, dan bank penerima pinjaman wajib menyediakan agunan yang berkualitas tinggi serta mudah dicairkan dengan nilai sekurang-kurangnya sama dengan jumlah pinjaman.
:: Kebijakan Nilai Tukar
Nilai tukar yang lazim disebut kurs, mempunyai peran penting dalam rangka tercapainya stabilitas moneter dan dalam mendukung kegiatan ekonomi. Nilai tukar yang stabil diperlukan untuk terciptanya iklim yang kondusif bagi peningkatan kegiatan dunia usaha.
Secara garis besar, sejak tahun 1970, Indonesia telah menerapkan tiga sistem nilai tukar, yaitu sistem nilai tukar tetap mulai tahun 1970 sampai tahun 1978, sistem nilai tukar mengambang terkendali sejak tahun 1978, dan sistem nilai tukar mengambang bebas (free floating exchange rate system) sejak 14 Agustus 1997.
Dengan diberlakukannya sistem yang terakhir ini, nilai tukar rupiah sepenuhnya ditentukan oleh pasar sehingga kurs yang berlaku adalah benar-benar pencerminan keseimbangan antara kekuatan penawaran dan permintaan.
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia pada waktu-waktu tertentu melakukan sterilisasi di pasar valuta asing, khususnya pada saat terjadi gejolak kurs yang berlebihan.
:: Pengelolaan Cadangan Devisa
Cadangan devisa merupakan posisi bersih aktiva luar negeri Pemerintah dan bank-bank devisa, yang harus dipelihara untuk keperluan transaksi internasional.
Dalam mengelola cadangan devisa ini, Bank Indonesia lebih mengutamakan tercapainya tujuan likuiditas dan keamanan daripada keuntungan yang tinggi. Walaupun demikian, Bank Indonesia tetap mempertimbangkan perkembangan yang terjadi di pasar internasional, sehingga tidak tertutup kemungkinan terjadinya pergeseran dalam portfolio komposisi jenis penempatan cadangan devisa.
Dalam mengelola cadangan devisa yang optimal, Bank Indonesia menerapkan sistem diversifikasi, baik berdasarkan jenis valuta asing maupun berdasarkan jenis investasi surat berharga. Dengan cara tersebut diharapkan penurunan nilai dalam salah satu mata uang dapat dikompensasi oleh jenis mata uang lainnya atau penempatan lain yang mempunyai nilai yang lebih baik.
:: Kredit Program
Dengan status Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang independen, pemberian kredit program yang selama ini dilakukan selanjutnya berada di luar lingkup tugas Bank Indonesia.
Tugas pemberian kredit program akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk Pemerintah. Pengalihan tugas ini dimaksudkan agar Bank Indonesia dapat lebih memfokuskan perhatian pada pencapaian sasaran-sasaran moneter serta agar dapat tercipta pembagian tugas yang baik antara Pemerintah dan Bank Indonesia.

Sabtu, 14 Desember 2013

analisis pengambilan keputusan dalam berinvestasi

ada prinsipnya analisa teknikal merupakan metode analisa instrumen investasi yang menggunakan data-data historis mengenai perubahan harga saham maupun instrumen lainnya, volume dan beberapa indikator pasar yang lain untuk melahirkan rekomendasi keputusan investasi. 



Apabila analisa fundamental lebih banyak menggunakan indikator-indikator perusahaan untuk melakukan analisa harga saham sebuah perusahaan, sebaliknya analisa teknikal saham maupun instrumen lainnya lebih banyak menggunakan data-data pasar. Berhubung data-data pasar tersaji dalam bentuk grafik (charts), maka para analis teknikal lebih sering menggeluti grafik-grafik semacam itu daripada laporan keuangan emiten. Itu sebabnya para penganut aliran ini sering mendapat julukan sebagai chartist. Dengan menggunakan data-data mengenai harga, pasokan serta permintaan di masa lalu, analisa teknikal saham bertujuanmemprediksi bagaimana permintaan dan pasokan di masa mendatang, sertamenganalisa harga saham yang mungkin akan terbentuk karenanya. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasikan suatu tren atau pola yang berulang dari pergerakan harga saham dan kemudian dieksploitasi untuk mendapatkan kentungan. Para analis teknikal juga percaya bahwa proses perubahan harga saham yang disebabkan oleh adanya suatu informasi yang baru di pasar akan cenderung mengikuti suatu tren tertentu. Dengan menyimpulkan hal-hal tersebut, analisa teknikal dipakai untuk mendasari keputusan kapan harus mengambil untung (profit taking)mengurangi kerugian (cut loss), mulai melakukan akumulasi saham atau mulai menahan posisi (wait & see)

Analisa fundamental dan analisa teknikal, mana yang lebih baik? Tingkat kesalahan analisa teknikal relatif lebih tinggi daripada analisa fundamental. Tapi, apabila Anda disiplin dan menggunakan tool yang tepat, analisa teknikal saham bisa sama-sama kuat dengan analisa fundamental saham. Pada prinsipnya adalah buy low sell highbeli murah jual mahal. Analisa harga saham dan volume perdagangan adalah sarana utama

dari analisa teknikal saham dan grafik adalah sarana untuk menampilkan data tersebut. Data volume perdagangan akan digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai kondisi pasar dan akan membantu untuk memperkirakan tren harga selanjutnya. Perubahan harga saham baik kenaikan atau penurunan biasanya akan berkorelasi dengan kenaikan atau penurunan volume perdagangan. Penurunan harga dari satu pola tertentu yang diikuti oleh volume penjualan yang sangat tinggi, umumnya akan diterjemahkan bahwa pasar (saham) akan mengalami bearish (harganya menurun). 

Jumat, 13 Desember 2013

latihan kuis

Latihan Kuis SAP
1.       Tahap – tahap compensation management
-          Job pricing
-          Budgeting
-          Compensation development
-          Long term incentive
2.       Tahap – tahap learning
-          Business event preparation
-          Business event catalog
-          Day to day activities
-          Recurring activities
3.       Tahap – tahap personnel development
-          Person
-          Position administrator
-          Profile matchup
-          Course
-          Performance management
-          Position department manager
4.       Tahap – tahap Recruitment
-          Vacancy
-          Advertisement
-          Applicant
-          Profile matchup

-          Hired as an employee

Kamis, 12 Desember 2013

latihan sap

Test Your Knowledge
1.      If only time data that differs from the work schedule is recorded for an employee, this is positive time management false
2.      The TMV is an interface for the time administrator for maintaining time data and processing evaluation messages True
3.      Overlapping time data records are called overtime false
4.      The abbreviation CATS is derived from Computer Aided Time Star false

Test Your Knowledge
1.        List the main steps the payroll process run release payroll, start payroll, run payroll, check results, corrections, and exit payroll make up the steps the payroll process
2.      What does release payroll do to the master data records? The employee records become locked for past or current processing
3.      The payroll log provides you with a permanent record of  an individuals payroll processing false
4.      If employee sel-service is implemented, employees may be responsible for creation and maintenance of the following payroll related information all of the above

Test Your Knowledge
1.       A company’s workface requirements can be depicted using vacancies true
2.      The solution E-recruiting enables you to recruit English-speaking employees false

Test Your Knowledge
1.      Qulaificated and requirements originated from the qualifications catalog true
Test Your Knowledge
1.      The dynamics menus inTraining and Event Management allow you to branch directly from the objects in the business event hierarchy to the individual functions true
2.      Blended Learning refers to all-round learning. SAP Offers the SAP Tutor and the SAP Learning Solution, for example true
3.      Careers and development plans are synoyms false
4.      The performances management supports all phases of a continuous performance feedback process true

Test Your Knowledge
1.      Compensation management is for planning purposes only. That is, it does not have any effect on the payment of employees false
2.      Some of the steps included in job pricing include Set Up,Import survey Data, Job Matching Composite results, Create Mass Composite Results and salary structure adjustment set up, import survey data, job matching, composite results, create mass composite results and, salary strucuture adjustment
3.      Infotype 1005-Planned Compensation populates infotype 0008-Basic pay with defaults values  1005- Planned Compensation, 0008-Basic Pay
4.      The Planned Compensation Infotype 1005 can default value based on Pay Grade, Pay Scale, or Direct  Pay Grade, Pay Scale, Direct
5.      Steps in the budget process include budget maintenance, check and release and budget reassignment
6.      Which functions are inherent to mySAP ERC HCM Compensation Adminitration? All of the above

The Your Knowledge

1.      The main emphasis of the new Personnel Cost Planning is to improve the data base for planning. That is provide suitable tools for generating and deriving payment information true

Rabu, 11 Desember 2013

Reksa Dana Syariah Persembahan Mandiri Investasi

Apakah yang membedakan Reksa Dana Syariah dengan Reksa Dana pada umumnya? Kriteria apakah yang menyebabkan Reksa Dana tersebut dapat dikatakan syariah?
Reksa Dana Syariah pada umumnya sama dengan reksa dana konvensional, yaitu sarana investasi bagi investor untuk dapat berinvestasi ke berbagai instrumen investasi yang tersedia di pasar modal. Hanya saja dari segi pengelolaan dan kebijakan investasinya, Reksa Dana Syariah dilakukan berdasarkan Syariah Islam, yaitu baik dari segi akad, pelaksanaan investasi, maupun pembagian keuntungan.
Terdapat beberapa contoh nyata yang langsung membedakan Reksa Dana Syariah dengan Reksa Dana konvensional lainnya adalah pengawasan terhadap pengelolaan Reksa Dana tersebut tidak hanya dilaksanakan oleh Bapepam&LK, namun dipantau langsung oleh Dewan Pengawas Syariah.
Untuk setiap Reksa Dana Syariah mempunyai satu tim yang ditunjuk Dewan Pengawas Syariah yang mengawasi apakah Reksa Dana Syariah telah berlaku sesuai dengan syariah Islam. Penugasan Dewan Pengawas Syariah ini dilakukan oleh Dewan Syariah Nasional, sebuah lembaga di bawah Majelis Ulama Indonesia (MUI). Reksa Dana Syariah milik Mandiri Investasi mempunyai Dewan Pengawas Syariah yang terdiri dari:
- dr. H. Endy Muhammad. Astiwara, MA, AAAIJ, CPLHI, ACS, FIIS (Ketua)
- H. Rahmat Hidayat, SE., MT (Anggota)
- K. H. Drs. Syaifuddin Amsyir (Anggota)
Selain itu, dalam Reksa Dana Syariah juga mengenal istilah proses cleansing. Apakah yang dimaksud dengan proses cleansing itu? Proses cleansing adalah proses pembersihan portofolio Reksa Dana Syariah dari unsur-unsur non halal yang mungkin terjadi pada saat Reksa Dana berinvestasi. Misalnya Reksa Dana berinvestasi saham pada perusahaan yang dalam laporan laba ruginya terdapat pendapatan bunga yang dikatergorikan sebagai riba. Maka reksa dana akan melakukan penyesuaian hasil investasinya untuk mengeluarkan pendapatan bunga tadi.
Untuk memudahkan pengelolaan, Bapepam-LK secara berkala mengeluarkan Daftar Efek Syariah yang merupakan pegangan Manager Investasi dalam berinvestasi. Daftar tersebut terdiri dari obligasi syariah dan daftar saham syariah serta instrumen investasi lainnya. Selain kriteria bisnis yang tidak boleh bertentangan dengan syariah islam, perusahaan yang masuk dalam daftar efek syariah juga harus memiliki kriteria keuangan yang sesuai, seperti tingkat hutang konvensional dan pendapatan non-halal yang tidak terlalu tinggi.
Pada saat ini, Mandiri Investasi mempunyai 3 (tiga) Reksa Dana Syariah yang dapat memenuhi kebutuhan berinvestasi Anda. Dimulai untuk investor yang masih konservatif dan tidak menyukai volatalitas pasar dapat berinvestasi di Reksa Dana Pendapatan Tetap Mandiri Investa Dana Syariah. Reksa Dana yang baru kami luncurkan pada awal tahun ini adalah produk Reksa Dana yang kebijakan investasinya adalah sebagian besar pada obligasi syariah (sukuk) pemerintah Indonesia dan obligasi syariah korporasi. Saat ini sudah terdaftar lebih dari 20 obligasi syariah (sukuk) korporasi yang terdapat pada Daftar Efek Syariah – Bapepam – LK.
Sedangkan bagi investor yang mampu menghadapi tingkat risiko yang sedikit lebih tinggi dari sebelumnya, dapat berinvestasi di Reksa Dana Campuran Mandiri Investa Syariah Berimbang. Reksa Dana ini mempunyai sedikit dari setiap instrumen investasi pasar modal syariah, yaitu pasar uang syariah, obligasi syariah maupun saham syariah sehingga tingkat volatalitas dapat dikatakan sedikit lebih tinggi. Mandiri Investa Syariah Berimbang patut diacungi jempol sebab kualitas terbaiknya telah diakui dengan penghargaan

Selasa, 10 Desember 2013

analisis keuangan internasional

Tujuan analisis keuangan adalah untuk mengevaluasi kinerja perusahaan pada masa kini dan masa lalu, dan untuk menilai apakah kinerjanya dapat dipertahankan. Analisis rasio dan analisis arus kas merupakan alat yang penting dalam melakukan analisis keuangan. Analisis rasio mencakup perbandingan rasio antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama, perbandingan rasio suatu perusahaan antar waktu atau dengan periode fiskal yang lain, dan atau perbandingan rasio terhadap beberapa acuan yang baku.
Analisis arus kas berfokus pada laporan arus kas, yang memberikan informasi mengenai arus kas masuk dan arus kas keluar perusahaan, yang diklasifikasikan menjadi aktivitas operasi, investasi dan pendanaan, serta pengungkapan mengenai aktivitas investasi dan pendanaan non kas secara periodik.
Analisis rasio
2 masalah yang harus dibahas ketika melakukan analisis rasio dalam lingkungan internasional:
1. Apakah pebedaan lintas negara dalam prinsip akuntansi menyebabkan perbedaan yang signifikan dalam angka-angka laporan keuangan yang dilaporkan perusahaan dari negara yang berbeda
2. seberapa jauh perbedaan dalam budaya serta kondisi persaingan dan ekonomi lokal memengaruhi interprestasi ukuran akuntansi dan rasio keuangan, meskipun pengukuran akuntansi dari negara yang berbeda disajikan ulang agar tercapai ’daya banding akuntansi’
Sejumlah bukti kuat menunjukkan adanya perbedaan besar antar negara dalam profitabilitas, pengungkit, dan rasio serta jumlah laporan keuangan lainnya yang berasal dari faktor akuntansi dan non-akuntansi
Seberapa besar perbedaan dalam pos-pos laporan keuangan disebabkan oleh perbedaan prinsip-prinsip akuntansi nasional. Suatu penelitian sebelumnya mengenai rekonsiliasi LK oleh emiten asing yang disusun oleh SEC cukup informatif.
Lima jenis perbedaan laporan keuangan yang diungkapkan oleh sejumlah besar emiten adalah:
1. Depresiasi dan amortisasi
2. Biaya yang ditangguhkan atau dikapitalisasi
3. Pajak tangguhan
4. Pensiun
5. Translasi mata uang asing
Penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga emiten yang mengungkapkan perbedaan laba yang material melaporkan bahwa laba menurut GAAP AS lebih rendah dibandingkan dengan laba menurut GAAP non AS. Hampir setengah dari antaranya melaporkan perbedaan laba lebih besar dari 25%
Dengan demikian, bukti dari pengungkapan rekonsiliasi emiten SEC mengindikasikan bahwa perbedaan GAAP dapat menyebabkan keragaman angka-angka laporan keuangan yang sig. Para analis sering kali harus memilih untuk membuat laporan keuangan lebih dapat dibandingkan dengan membuat penyesuaian prinsip akuntansi terhadap laporan keuangan yang sedang dianalisis.
Analisis arus kas
Analisis arus kas memberi masukan mengenai arus kas dan manajemen suatu perusahaan. Laporan arus kas yang sangat mendetail diwajibkan menurut GAAP AS, GAAP Inggris, IFRS dan standar akuntansi di sejumlah negara yang jumlahnya makin bertambah. Ukuran-ukuran yang berkaitan dengan arus kas sangat bermanfaat khususnya dalam analisis internasional karena tidak dipengaruhi oleh perbedaan prinsip akuntansi, bila dibandingkan dengan ukuran-ukuran berbasis laba.
Mekanisme untuk mengatasinya
Beberapa pendekatan bisa digunakan. Beberapa analis menyajikan ulang ukuran akuntansi asing menurut sekelompok prinsip yang diakui secara internasional, atau sesuai dengan dasar lain yang lebih umum. Beberapa lain mengembangkan pemahaman yang lengkap atas praktik akuntansi di sekelompok negara tertentu dan membatasi analisis mereka terhadap perusahaan-perusahaan yang berlokasi di negara-negara tersebut.
Brown, Soybel, dan Stickney menggambarkan penggunaan algoritma penyajian ulang untuk meningkatkan perbandingan kinerja keuangan lintas negara. Mereka menyajikan ulang kinerja operasi perusahaan-perusahaan AS dan Jepang menurut dasar pelaporan yang sama.
Algoritma penyajian ulang yang relatif sederhana cukup efektif untuk digunakan. Satu pendekatan adalah memfokuskan pada beberapa perbedaan LK yang paling material, dimana tersedia cukup informasi untuk melakukan penyesuian yang dapat diandalkan.

Senin, 09 Desember 2013

analisis perhitungan portofolio

Investasi pada dasarnya merupakan sebuah usaha menempatkan dana saat ini pada sektor tertentu untuk menghasilkan manfaat finansial di masa yang akan datang. Pada saat melakukan investasi, investor harus memperhatikan tingkat return yang akan didapatkan, return terdiri dari dua komponen, meliputi :
1. Capital gain (loss), merupakan keuntungan (kerugian) yang didapatkan oleh investor atas selisih harga beli dengan harga jual di pasar sekunder.
2. Yield, merupakan pendapatan atau aliran kas yang diterima investor secara periodik, baik berupa bunga maupun deviden.
Menghitung rata-rata (mean) hasil pengembalian (expected return) dapat dilakukan dengan rumus :
dimana
E = hasil pengembalian rata-rata,
Pt = probabilitas dari etiap tingkat hasil pengembalian
Rt = tingkat hasil pengembalian
Menghitung rata-rata (mean) hasil pengembalian (expected return) portofoli dilakukan dengan rumus :
dimana
E = hasil pengembalian rata-rata,
We = prosentase jumlah yang diinvestasikan
Rs = tingkat hasil pengembalian dari saham ‘S’
Rc = tingkat hasil pengembalian dari saham ‘c’
Meskipun tingkat return merupakan komponen yang sangat menentukan dalam pemilihan investasi, namun kita juga harus ingat bahwa semakin tinggi tingkat return yang dijanjikan, maka tingkat resiko yang dihadapi pun akan semakin tinggi, oleh karena itulah disamping memperhitungkan return, kita juga harus memperhatikan hubungan antara return dengan resiko dalam menentukan pilihan investasi.
Seperti yang kita ketahui, resiko merupakan besarnya penyimpangan antara tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) dengan tingkat pengembalian yang dicapai secara nyata (actual return), bila penyimpangan semakin besar, maka semakin besar pula tingkat resikonya. Resiko sendiri terdiri dari resiko sistematis dan resiko tidak sistematis, resiko sistematis merupakan resiko yang dialami oleh semua investasi tanpa terkecuali, resiko ini dinamakan juga resiko pasar, sedangkan resiko tidak sistematis merupakan resiko yang hanya dialami oleh jenis investasi tertentu yang bisa disebabkan oleh faktor manajemen, ciri khusus industri, dsb (Francis, 1988 dalam Yuliastuti 2007). Risiko tidak dapat dihindari, tetapi dapat dikelola agar risiko tersebut dapat diminimalisasi (risiko terkontrol).
Resiko dapat dihitung dengan menggunakan rumus sbb:
Rumus deviasi standar (standar penyimpangan) :
Menghitung deviasi standar (standar penyimpangan) dengan rumus :
a dan b dapat dicari melalui :
MODEL MARKOWITZ
Melalui konsep diversifikasi (dengan pembentukan portofolio saham yang optimal), investor dapat memaksimalkan keuntungan yang diharapkan dari investasi dengan tingkat risiko tertentu atau berusaha meminimalkan risiko untuk sasaran tingkat keuntungan tertentu. Di tahun 1952, Markowitz mengembangkan suatu bentuk diversifikasi yang efisien. Ukuran yang dipakai dalam portofolio Markowitz adalah koefisien korelasi. Koefisien korelasi positip menunjukkan bahwa kedua asset bergerak searah, sedang koefisien korelasi negatip menunjukkan bahwa kedua asset bergerak berlawanan.
Menurut Markowitz, portofolio yang maksimal adalah dengan mengkombinasikan beberapa aset yang koefisien korelasi-nya kurang dari positif, disamping itu, apabila ada dua surat berharga yang return-nya sama tetapi resikonya berbeda, maka dipilih yang risiko rendah. (Agus, 2005). Kumpulan portofolio efisien Markowitz terletak pada garis batas (efficient frontier) serangkaian portofolio yang memiliki pengembalian maksimal untuk tingkat pengembalian tertentu. Inti dari efficient frontier Markowitz adalah bagaimana mengalokasikan dana ke masing-masing saham dalam portofolio untuk mencari titik maksimal portofolio.
Persamaan untuk eficient set portofolio adalah sebagai berikut :
Min
= representasi keseluruhan varian sebuah portofolio
n = jumlah saham dalam portofolio
Dengan Konstrain berikut :
(1) E =
(2) 1.0 =
dimana,
xr = proporsi uang yang dialokasikan untuk saham i
E (r*p) = adalah tingkat return yang diharapkan
E (rj) = adalah tingkat return untuk setiap saham
Dengan menggunakan persamaan (1), dapat dihitung sebuah portofolio dengan varian yang paling kecil, untuk setiap tingkat return yang dikehendaki investor. Model representasi keseluruhan tersebut menghasilkan banyak solusi yang tidak mungkin, karena jumlah alokasi terkadang lebih dari = 1. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kita dapat mengimplementasikan Algoritma Genetika dalam model Efficient frontier Markowitz, jika dalam model Markowitz tradisional alokasi dilakukan dengan menggunakan Quadratic programming (aplikasi MS Excell), dimana resiko ditahan konstan kemudian algoritma bergerak untuk memperoleh return yang maksimal, atau sebaliknya return ditahan konstant kemudian algoritma meminimalkan resiko, maka dalam model Algoritma Genetika, pergerakan dapat dilakukan dengan berssamaan dalam memaksimalkan return dan meminimalkan resiko, dengan demikian, total jumlah alokasi akan selalu = 1, sehingga tidak akan terjadi solusi yang tidak mungkin dalam proses pengalokasian dana (Rostianingsih, Taufik N, 2005). Penggunaan Algoritma Genetika untuk pemilihan portofolio saham dalam model Markowitz dapat mengatasi kelemahan pengalokasian dana dalam pembentukan efficient set portofolio
Model Markowitz telah terbukti membawa pemilihan portofolio yang efisien, yang terletak pada garis efisien (efficient frontier), yaitu portofolio yang merupakan porfolio pasar, tetapi dengan asumsi: (1) para investor adalah penghindar risiko yang memaksimalkan utility yang diharapkan; (2) investor memilih portofolio dengan dasar pertimbangan rata-rata varian dan return yang diharapkan; (3) semua investor melakukan periode pemegangan tunggal (single holding periode); disamping itu ada asumsi impilisit bahwa modal yang digunakan investor adalah modal sendiri, bukan dari pinjaman. (Agus, 2005). Dengan menggunakan model Markowitz, investor bisa memanfaatkan semua informasi yang tersedia sebagai dasar pembentukan portofolio yang maksimal.
MODEL SINGLE INDEX
Single Index Model memberikan sebuah alternatif analisis varian yang lebih mudah jika dibandingkan dengan analisis model markowitz, lewat SIM, kita dapat menentukan efficient set portofolio dengan kalkulasi yang lebih mudah, karena SIM menyederhanakan jumlah dan jenis input (data), serta prosedur analisis untuk menentukan fortfolio yang optimal. SIM mengasumsikan bahwa korelasi return masing-masing sekuritas terjadi karena adanya respon sekuritas tersebut terhadap perubahan indeks tertentu (seperti IHSG).
Penggunaan model indeks tunggal memerlukan penaksiran beta dari saham-saham yang akan dimasukkan ke dalam porfolio, dalam menentukan beta, kita dapat menggunakan sebuah judgement, di samping itu kita bisa menggunakan beta historis untuk menghitung beta waktu lalu yang dipergunakan sebagai taksiran beta di masa yang akan datang. Beta historis memberikan informasi yang berguna tentang beta di masa yang akan datang karena itu seringkali para analis menggunakan beta historis sebelum mereka menggunakan judgement untuk memperkirakan beta.
Rumus Estimating Beta
Ri = αi + βi Ŕm + ei (1.19)
Persamaan ini merupakan persamaan regresi sederhana. Beta menunjukkan kemiringan (slope) garis regresi tersebut. Alpha menunjukkan intercept dengan sumbu Rij. Makin besar beta, makin curam kemiringan garis tersebut dan sebaliknya.
Beberapa variabel akuntansi yang digunakan untuk memperkirakan beta, antara lain:
a. Divident Payout (yaitu perbandingan antara dividen perlembar saham dengan laba perlembar saham)
b. Pertumbuhan aktiva (yaitu perubahan aktiva pertahun)
c. Leverage (yaitu rasio antara hutang dengan total aktiva)
d. Likuiditas (yaitu aktiva lancar dibagi dengan hutang lancar)
e. Asset size (yaitu nilai kekayaan total)
f. Variabilitas keuntungan (yaitu standar deviasi dari earning price ratio)
Beta akunting (yaitu yang timbul dari regresi time series laba perusahaan terhadap rata-rata keuntungan semua (sampel) perusahaan.
Beta sekuritas individual cenderung mempunyai koefisien determinasi (yaitu bentuk kwadrat dari koefisien korelasi) yang lebih rendah dari beta portofolio. Koefisien determinasi menunjukkan proporsi perubahan nilai Ri yang bisa dijelaskan oleh Rm.
Dengan menghitung koefisien beta yang mencerminkan tingkat risiko masing-masing saham yang diamati, dan tingkat return saham, maka kita dapat menentukan excess return to beta (ERB) yang mencerminkan tingkat keuntungan yag sangat mungkin dapat dicapai. Untuk mendapatkan kandidat portofolio kuat, kita tinggal membandingkan ERB dengan Cut off Rate untuk menhasilkan saham-saham yang memiliki tingkat return yang tinggi dan risiko yang minimal yang dapat mengeliminir risiko tidak sistematis. jika suatu jenis saham angka Excess Return to Beta (ERB)-nya lebih besar dari angka batas C (cut of rate) maka saham tersebut masuk sebagai kandidat portofolio.
Penentuan proporsi dana yang diinvestasikan dapat dilakukan dengan cara membagi persentase tingkat return dengan total proporsi investasi.
Rumus dasar SIM :
Menghitung the expexted returns
+
Menghitung variance :
Menghitung covariance :
Dimana,
= Return saham i (TR)
= Return pada pasar (TR)
= Return saham yang tidak tergantung pada pasaar
= eror
= varian portofolio
= Beta
Tujuan Akhir dari Single Index Model sama dengan analisis Markowitz, yaitu mencari garis portofolio yang efisien. Dengan demikian investor dapat menentukan jenis saham dan proporsi dana yang diperlukan dalam membentuk sebuah portofolio yang maksimal dengan analisis yang lebih mudah.
MODEL CAPM
Di tahun 1965, Sharpe menyempurnakan model portofolio Markowitz ditambah dengan asumsi: (1) adanya tingkat bebas risiko; (3) investasi bisa dipecah-pecah dalam bentuk yang sekecil mungkin; (3) adanya kebebasan short sales (4) semua aktiva bisa diperjual belikan. Dengan demikian maka portofolio yang efisien suatu garis pasar modal (capital market line) yang intersepnya adalah tingkat bebas risiko (rf). Untuk mengambarkan trade-off antara risiko dan return untuk seluruh surat berharga, baik yang efisien maupun yang tidak, maka ukuran yang dipakai bukanlah varian, tetapi adalah risiko sistematisnya (β). Hubungan antara risiko sistematis dengan return tersebut apabila digambarkan dalam suatu model akan membentuk Capital Asset Pricing Model (CAPM) (Agus, 2005).
Capital Asset Pricing Model merupakan suatu model keseimbangan yang bisa menggambarkan atau memprediksi realitas di pasar yang bersifat kompleks, sehinga dapat membantu kita melihat hubungan return dan resiko di dunia nyata yang terkadang sangat kompleks. Selain itu CAPM juga dapat dipergunakan untuk menentukan harga suatu aktiva modal (capital assets), dengan mengingat segala karakteristik aktiva tersebut. Yang dimaksud karakteristik aktiva tersebut adalah risikonya. Dengan model ini kita mencoba menentukan berapa harga yang seharusnya bersedia dibayar oleh para investor terhadap suatu aktiva modal.
Model CAPM :
E(Ri)=Rf+[E(Rm)-Rf]βi
Dimana,
E(Ri) = return yang diharapkan dari surat berharga i
(β) = resiko sistematis
[E(Rm)-Rf] = market risk premium
Dalam CAPM, β adalah ukuran dari hubungan paralel dari sebuah saham biasa dengan seluruh tren dalam pasar saham. Bila β > 1.00 artinya saham cenderung naik dan turun lebih tinggi daripada pasar. β < 1.00 artinya saham cenderung naik dan turun lebih rendah daripada indek pasar secara umum (general market index). Perubahan persamaan risiko dan perolehan (Equation Risk and Return) dengan memasukan faktor β dinyatakan sebagai:
Rs = Rf + βs (Rm – Rf)
Rs = Expected Return on a given risky security
Rf = Risk-free rate
Rm = Expected return on the stock market as a whole
βs = Stock’s beta, yang dihitung berdasarkan waktu tertentu
CAPM bertahan bahwa harga saham tidak akan dipengaruhi oleh unsystematic risk, dan saham yang menawarkan risiko yang relatif lebih tinggi (higher βs) akan dihargai relatif lebih daripada saham yang menawarkan risiko lebih rendah (lower βs). Riset empiris mendukung argumen mengenai βs sebagai prediktor yang baik untuk memprediksi nilai saham di masa yang akan datang (future stock prices) (Yohan Naftali, 2007).
Berbagai pengujian CAPM dengan data empiris telah banyak dilakukan. Pada tahun 2005, Saputra dan Leng menggunakan sampel saham-saham di BEJ pada tahun 1999, untuk melihat pegaruh risiko sistematis dan likuiditas terhadap return saham-saham. Likuiditas diukur dengan bid-ask spread. Hasilnya menunjukkan bahwa baik likuiditas maupun risiko sistematis secara signifikan mempengaruhi return, tetapi diantara kedua faktor tersebut yang paling banyak berpengaruh adalah risiko sistematis (Agus, 2005)

Minggu, 08 Desember 2013

Perkembangan Analisis Investasi Portofolio di Indonesia

Pada dasarnya investasi portofolio merupakan penanaman modal yang dilakukan oleh para investor melalui pasar modal baik dalam bentuk saham maupun surat utang seperti obligasi. Investasi ini sangat memiliki tingkat risiko yang besar dan sebaliknya juga memiliki tingkat keuntungan yang besar juga, tergantung bagaimana para investor membaca kondisi pasar dan kelihaian mereka dalam melakukan spekulasi.
Untuk melakukan investasi portofolio di pasar modal para investor sebaiknya diperlukan pengetahuan yang cukup, pengalaman, serta naluri bisnis untuk menganalisa sekuritas mana saja yang akan dibeli, mana yang akan dijual, dan mana yang akan tetap dimiliki. Mereka yang ingin berkecimpung dalam investasi portofolio harus meninggalkan budaya ikut-ikutan, gambling, dan sebagainya yang tidak rasional.Sebagai para investor harus rasional dalam menghadapi pasar modal. Selain itu para investor harus memiliki ketajaman pekiraan masa depan mengenai sekuritas yang akan dibeli atau dijual (Halim, 2003 : 2).
Adapun Investasi portofolio di Indonesia sangat membantu perusahaan-perusahaan yang ada di pasar modal untuk memajukan usahanya agar lebih berkembang lagi. Dengan adanya investasi ini maka modal didalam perusahaan akan meningkat dan dapat dipergunakan untuk menambah alat-alat produksi dan lain-lain. Dan investasi portofolio di Indonesia yang dilakukan oleh para investor melalui pasar modal berasal dari saham dan surat utang seperti obligasi dan lain-lain.
Untuk melihat perkembangan investasi portofolio di Indonesia tahun 1992-2008 dapat di lihat pada Tabel IV-1 berikut :
                                                            Tabel IV-1
                          Perkembangan Investasi Portofolio di Indonesia,
                                          Tahun 1992-2008
Tahun
Investasi Portofolio
(Juta USD)
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
1.777
2.003
2.108
4.346
6.194
4.677
-1.878
-1.792
-1.911
-244
1.222
2.251
3.136
4.190
4.277
5.566
1.753
                           Sumber : Statistik Indonesia Dari Berbagai Edisi (diolah)

Pada tahun 1992 investasi portofolio yang dilakukan oleh para investor di pasar modal sebesar USD 1,777 juta. Pada tahun 1993 meningkat menjadi sebesar USD 2,003 juta dan pada tahun-tahun berikutnya investasi potofolio yang terjadi mengalami fluktuasi yang diakibatkan oleh tidak kondusifnya perekonomian Indonesia yang berdampak pada pasar modal. Pada tahun 1998, perekonomian Indonesia mengalami keterpurukan yang sangat parah yang diakibatkan oleh terjadinya krisis moneter sehingga menyebabkan terjadinya inflasi yang sangat parah dan terjadi demonstrasi-demonstrasi dimana-mana menuntut presiden diganti. Hal ini menyebabkan pasar modal mengalami penurunan yang sangat drastis karena banyak investor yang menarik modalnya dan banyak juga investor yang mengalami kerugian. Pada tahun 1998 tersebut investasi portofolio yang terjadi di Indonesia adalah sebesar USD -1,878 juta dan hingga tahun 2001 investasi portofolio masih mengalami defisit sebesar USD -244 juta.
Pada tahun 2002 sampai dengan 2008, investasi portofolio di Indonesia mulai meningkat kembali walaupun masih terjadi fluktuasi yang diakibatkan oleh perekonomian Indonesia yang belum stabil. Pada tahun 2008, investasi portofolio di Indonesia menurun menjadi sebesar USD 1,753 juta. Hal ini disebabkan kerenaterjadinya krisis ekonomi global yang melanda Amerika Serikat, sahingga berdampak kepada negara-negara sedang berkembang seperti di Indonesia. Dengan terjadinya krisis finansial di Amerika Serikat berdampak kepada anjloknya nilai sekuritas yang ada di pasar modal dan banyak perusahaan besar yang ada di pasar modal mengalami kebangkrutan dan  menyebabkan banyaknya terjadi pemberhentian perkerjaan (PHK) bagi para tenaga kerja sehingga dapat menjadi permasalahan yang meluas bagi semua sektor ekonomi.
Oleh sebab itu maka pemerintah Indonesia harus membuat suatu kebijakan agar pasar modal di Indonesia agar ramai kembali dengan para-para investor yang melakukan investasi portofolio guna perusahaan-perusahaan yang ada di pasar modal dapat berkembang lagi usahanya melalui modal yang masih segar. Dengan membaiknya iklim investasi perusahaan maka akan dapat mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia.


Sabtu, 07 Desember 2013

contoh perusahaan MNC di Indonesia

PERUSAHAAN MULTINASIONAL DI INDONESIA
Dalam Industrialisasi, buruh mempunyai peran yang sangat penting sehingga secara tidak langsung buruh juga berperan penting dalam perdagangan internasional. Dalam WTO pun isu mengenai perlindungan buruh juga menjadi topik yang serius. Perlindungan buruh dalam konteksnya sebagai bentuk proteksionisme baru sering diperdebatkan. Hal ini berdasarkan banyak fakta mengejutkan dan memprihatinkan yang masih terjadi terhadap buruh tak terkecuali buruh Nike di Indonesia.
Nike. Inc merupakan perusahaan multinasional terkemuka yang menghasilkan produk sepatu dan perlengkapan olah raga ternama di dunia. Perusahaan ini menyerahkan semua pengerjaan produksinya ke pihak ketiga termasuk Indonesia.
Pada tahun 1970an Nike memusatkan produksinya di Jepang karena upah buruh di Jepang lebih murah dibanding di Amerika Serikat. Selanjutnya pada tahun 1982, sebagian besar produk Nike dihasilkan di Korea dan Taiwan. Namun, karena upah buruh di kedua negara tersebut kian mahal, Nike merelokasi perusahaannya ke Indonesia, Cina, dan Vietnam.
Dalam kasus buruh Nike Indonesia, Nike telah membuat banyak pelanggaran yang berkaitan dengan kaum buruh. Nike telah mereduksi kekuatan kaum buruh sehingga kaum buruh amat rentan kehilangan pekerjaan mereka dengan aneka alasan pabrik mudah digeser ke tempat lain yang upah buruhnya lebih rendah. Buruh juga mudah kehilangan hak-haknya seperti dalam masalah pesangon, dalam hal berserikat dengan para pekerja lainnya, dalam hal upah dan jam kerja. Selain itu buruh juga sering mendapat kekerasan baik fisik maupun psikis.