Laporan keuangan merupakan produk proses akuntansi pada suatu badan usaha. Tujuan akuntansi adalah untuk membuat laporan keuangan yang bisa digunakan sebagai bahan dalam pengambilan keputusan. Untuk pengusaha dan para investor, laporan keuangan itu sangat penting. Laporan yang biasanya pertama kali dilihat oleh seorang calon investor adalah Laporan Posisi Keuangan atau Neraca. Neraca merupakan laporan keuangan yang menggambarkan kondisi keuangan sebuah perusahaan pada suatu tanggal tertentu. Ibarat kondisi kesehatan tubuh manusia yang ditandai dengan berbagai tanda vitalnya seperti suhu tubuh, detak jantung, tekanan darah, dsb.
Seringkali pengusaha yang tidak tahu ilmu akuntansi merasa sudah puas dengan arus kas yang didapat sehari-hari. Hari ini dapatnya sekian, buat belanja sekian, masuk kantong sekian. Seperti itulah yang saya dapati dari hasil survey beberapa penjual kaki lima. Para pengusaha tidak tahu berapakah aset perusahaan, hutang dan proporsi modalnya dan bagaimanakan hubungan diantara ketiganya.
Akan menjadi lebih rumit jika perusahaan menggunakan sistem bagi hasil atau mudharobah dengan investor tapi tidak menggunakan neraca karena proporsi penambahan modal akibat laba ditahan tidak bisa kelihatan secara nyata. Sebenarnya ada hubungan yang riil antara aset, hutang, dan modal suatu perusahaan itu. Aset yang ada dalam sebuah perusahaan bisa berasal dari hutang atau modal pemilik beserta para investor.
Dengan demikian suatu laporan keuangan bagi pengusaha yang menjalankan bisnis dan bisnis tersebut baik kecil maupun besar sangat perlu laporan keuangan tersebut. Karena untuk melihat apakah bisnis yag dijalankan tersebut mengalami untung atau kah rugi. Serta dengan melihat laporan keuangan kita bisa mengetahui juga bagaimana perubahan modal yang kita dapatkan tersebut.
Sekian tentang laporan keuangan untuk pengusaha. Insyaallah besok dianjutkan lagi. :-)
