Jumat, 11 Oktober 2013

Struktur investasi

Pada Dasarnya Usaha terbagi atas dua bentuk, investasi Rill (teknologi, jasa, properti/Bangunan, maupun manufaktur) dan Investasi Finansial (forex, saham, komoditi, reksadana).
Investasi Sektor Rill Seringkali menjadi bisnis yang dilirik masyarakat dalam mengembangkan usahanya  misalnya dalam sektor Properti, pertanian,  produk minuman  maupun makanan, tetapi dalam era krisis global yang mengguncang dunia, masyarakat dunia umumnya mulai tertarik kepada bidang usaha lainnya yakni Investasi Finansial. Hal ini diakibatkan karena Investasi Rill lebih membutuhkan modal besar, rentang waktu pengembalian yang relatif lama, begitu pula biaya pemeliharaannya, hal ini berbeda dengan sektor finansial kecendrungannya lebih likuid dan pengembalian/return yang lebih besar tentunya sebanding dengan tingkat resikonya (minimalisasi resiko dengan  pemahaman kondisi ekonomi dunia (hal ini dibahas dalam analisis teknik fundamental))
Salah satu dari jenis investasi finansial tersebut adalah Forex Trading. Forex Trading sebagai salah satu produk finansial tergolong High Risk High Return, yang berarti pengembalian keuntungan bisa sampai ratusan kali lipat tetapi juga bisa merugi apabila pengelolaannya tidak baik sehingga untuk meminimalisasi resiko/kerugian di butuhkan kemampuan untuk menganalisis baik secara fundamental maupun secara teknikal dibarengi dengan kemampuan manajemen prikologis dalam mengelola keuangan (hal ini di bahas dalam studi forex).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar